Pernah lihat desain grafis yang bikin kamu nggak bisa alihkan pandangan? Kayak ada magnet di layar atau kertas itu. Jon Macy, desainer grafis yang jarang muncul di radar media, ternyata punya resep rahasia untuk bikin karyanya nempel di mata orang lebih lama dari biasanya.
Nggak pakai teori desain ribet, Jon malah sering ngomong, “Yang penting itu rasa.” Dia bilang, desain yang bikin orang betah itu kayak masakan Padang, pertama lihat udah ngiler, pas dicoba makin nendang. Gimana caranya?
Mainin Kontras Tapi Nggak Saklek
Jon selalu pake prinsip “kontras yang bersahabat”. Bukan sekedar hitam-putih atau besar-kecil, tapi kontras yang lebih halus. Misal, antara teks utama dengan teks kecil pembantu itu beda tipis, mungkin cuma 2-3 point size. “Biar matanya nggak kaget tapi tetep ada dinamika,” katanya waktu ngobrol bareng di kedai kopi langganannya.
Contoh konkret? Di poster karyanya tahun lalu, dia pake font ukuran 72pt buat headline, tapi subhead-nya 64pt. Perbedaannya kecil, tapi cukup buat mata nge-track informasi dengan nyaman.
Dia juga suka mainin kontras warna dengan cara nggak biasa. Daripada biru vs orange (kontras langsung), Jon lebih milih biru tua dengan biru muda yang agak kehijauan. Hasilnya? Elegan tapi tetep bikin mata penasaran.
Teknik lain yang sering dipake Jon: sisipin satu elemen kecil dengan kontras ekstrim di sudut desain. Bisa titik merah kecil di antara warna pastel, atau garis tebal vertikal di tengah layout yang dominan kurva. “Ini seperti rempah-rempah dalam masakan,” katanya sambil ketawa.
Yang nggak pernah dilakukan Jon? Ikutin tren buta. “Kalau semua desain sekarang pake brutalisme, aku malah nggak,” ujarnya. Menurut dia, desain yang timeless itu yang bisa dinikmati kapan aja, bukan cuma viral semusim.
Pertanyaan retoris nih: Kapan terakhir kali kamu benar-benar perhatikan detail desain sebuah kemasan produk? Kalau jawabannya “baru tadi”, mungkin itu karya Jon Macy atau desainer dengan filosofi serupa. Karena akhirnya, desain yang bertahan itu yang bisa ngobrol sama mata kita tanpa perlu teriak-teriak.