Desain grafis seringkali cuma jadi ‘pelengkap’ di antara konten-konten online. Scroll, liat, terus geser lagi. Tapi Jon Macy beda. Desainnya bikin orang berhenti, bahkan sampai ngumpulin karya-karyanya di folder khusus. Gimana sih caranya bikin desain yang nggak cuma enak diliat, tapi juga bikin orang pengen nyimpen?
Desain Grafis yang Bikin Orang Mikir Dua Kali
Jon Macy nggak sekadar bikin desain yang ‘bagus’. Dia bikin desain yang bikin orang mikir. Misalnya, waktu dia bikin poster tentang perubahan iklim, dia pakai visualisasi es yang mencair tapi dalam bentuk jam pasir. Orang-orang nggak cuma liat gambarnya, tapi juga langsung ngerti pesan yang mau disampaikan. Itu yang bikin orang berhenti scroll dan mulai mikir.
Kuncinya? Jon selalu nanya ke diri sendiri: “Apa yang bisa bikin orang berhenti dan mikir dua kali?” Dia nggak cuma fokus sama estetika, tapi juga konsep. Jadi, desainnya nggak cuma menarik mata, tapi juga otak.
Kamu juga bisa apply ini ke desainmu. Misalnya, kalau lagi bikin poster event, daripada sekadar nulis tanggal sama tempat, coba tambahkan visual yang bikin orang penasaran. Misalnya, gambar orang-orang yang lagi excited buat datang ke event itu. Atau, kalau bikin desain produk, coba tambahkan elemen storytelling yang bikin orang penasaran sama produkmu.
Jon juga selalu make sure warna yang dia pilih nggak cuma bagus, tapi juga punya makna. Misalnya, waktu dia bikin desain untuk campaign tentang kesehatan mental, dia pakai warna-warna kalem yang bikin orang merasa tenang. Warna itu sendiri jadi bagian dari pesan yang mau disampaikan.
Tapi, nggak cuma visual doang yang Jon perhatiin. Dia juga selalu mikirin typography. Font yang dipilihnya selalu sesuai sama tema desainnya. Misalnya, waktu dia bikin desain untuk brand yang modern dan minimalis, dia pakai font sans-serif yang clean tapi tetap eye-catching. Jadi, desainnya nggak cuma enak diliat, tapi juga sesuai sama brandnya.
Yang paling penting, Jon selalu bikin desain yang bisa diaplikasikan ke berbagai media. Misalnya, desain yang dia bikin untuk poster bisa juga dipakai buat social media, bahkan merchandise. Jadi, orang nggak cuma tertarik sama desainnya di satu platform, tapi juga pengen liat desain itu di platform lain.
Gimana kalau kamu nggak punya skill desain se-level Jon? Nggak masalah. Kamu bisa mulai dari hal-hal kecil, kayak nambahin elemen storytelling di desainmu atau milih warna yang punya makna. Yang penting, jangan cuma mikirin estetika, tapi juga konsep.
Jon Macy udah membuktikan bahwa desain grafis bisa lebih dari sekadar hiasan. Desainnya nggak cuma bikin orang scroll, tapi juga ngumpulin inspirasinya. Sekarang, giliran kamu buat bikin desain yang bikin orang pengen nyimpen karyamu.